29 February 2024

Speedometer Motor: Fungsi Dan Cara Merawatnya


Speedometer merupakan salah satu komponen yang pasti ditemukan di kendaraan. Tidak seperti komponen lain pada sepeda motor, speedometer motor sering mengalami kerusakan. Meski begitu, terkadang banyak dari kita tidak menghiraukannya dan memilih untuk tidak service speedometer motor yang rusak.
Namun, sudahkah kamu tahu sebenarnya fungsi dari speedometer dan bagaimana cara merawatnya agar tidak mudah rusak? Nah, berikut informasinya untuk kamu.

Baca juga : Alasan Kenapa Yamaha Tak Produksi Mobil

Definisi dan Fungsi Speedometer

Speedometer adalah alat untuk mengukur kecepatan pada kendaraan bermotor. Alat ini memang menjadi salah satu alat standar yang pasti tersedia di seluruh kendaraan darat seperti mobil, sepeda motor, bus dan lainnya.
Fungsinya tentu saja digunakan sebagai ukuran dan juga untuk mengendalikan dan mengatur kecepatan kendaraan bermotor apalagi pada ruas jalan tertentu yang memang dibatasi untuk maksimal kecepatan kendaraan saat melintas.

Beda Speedometer dan Odometer

Pasti banyak dari kita yang belum begitu paham perbedaan dari speedometer dan juga odometer. Walaupun keduanya menjadi satu kesatuan namun ternyata keduanya ini berbeda. JIka speedometer merupakan alat untuk mengukur kecepatan maka odometer adalah komponen untuk penunjuk jarak tempuh.
Speedometer pun memiliki dua jenis. Yaitu jenis analog dan digital. Jenis analog menggunakan induksi elektromagnetik pada putaran kabel yang terhubung dengan roda depan sehingga akan berputar layaknya jarum jam sesuai dengan kecepatan kendaraan.

Sedangkan jenis digital mengukur kecepatan kendaraan akan ditampilkan dalam angka digital pada layar. Jenis ini terbilang cukup modern dan futuristic dibandingkan dengan jenis analog yang lebih unik.

Baca juga: Sejarah Teknologi Canggih Deltabox Andalan Yamaha

Cara Merawat dan Memperbaiki Speedometer yang Rusak

Karena fungsi utamanya yang cukup signifikan untuk mengontrol kecepatan kendaraan bermotor, penting bagi kita untuk tahu cara merawatnya dan apabila terjadi kerusakaan pun tahu bagaimana memperbaikinya. Nah, berikut beberapa tips untuk merawat serta memperbaiki speedometer motor yang rusak.

1. Cara Merawat Speedometer

Perawatan yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang mudah berikut ini.

  • Cek Tegangan Aki
    Hal pertama adalah kamu harus rutin melakukan pengecekan pada arus tegangan aki. Bila aki motor tidak stabil akan mengganggu beberapa fungsi pada speedometer bahkan bisa juga mengalami kerusakan.
  • Ganti Oli Tepat Waktu
    Jangan menunggu oli sampai kering tak bersisa. Jika sering terlambat akan mempengaruhi kinerja kabel dan komponen lain yang bahkan bisa sampai membuat kendaraan cepat rusak.
  • Lapisi Speedometer dengan Plastik Film
    Sering terpapar sinar matahari dapat merusak speedometer. Pernah kan dari kita yang sering parkir dibawah terik sinar matahari, dan lama kelamaan speedometer akan rusak dan kaca – kaca penutupnya retak.

Oleh karena itu akan lebih baik jika menutupnya dengan plastik film agar terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung.

Baca juga: Penemu Sepeda Motor Pertama, Begini Kisahnya

2. Tips Memperbaiki Speedometer yang Rusak

Umumnya, speedometer yang mati terjadi karena beberapa penyebab antara lain kabel penghubung yang putus, gearbox yang rusak dan speedometer yang rusak (jarum tak berfungsi, patah atau pecah).  Untuk itu tips untuk memperbaikinya antara lain :

  • Cek Penyebab Utama
    Tips pertama adalah lakukan pengecekan penyebab utama dari speedometer motor yang mati atau berhenti berfungsi. Lakukan pengecekan ke tiga komponen penyebab utama speedometer yang mati. Mulai dari kabel, gearbox sampai speedometernya.
    Umumnya speedometer mati karena kabel berkarat. Kamu bisa melakukan pengecekan dengan melepas kabel dari gearboxnya. Tarik secara perlahan jika tersendat biasanya kabelnya berkarat. Saat membuka gearbox juga kamu harus mengecek apakah dalam kondisi baik atau tidak.
  • Periksa Speedometernya
    Apabila pada kabel dan juga gearbox tidak memiliki kendala kamu bisa memeriksa speedometernya. Jika bentuk analog tentu kerusakan akan lebih kompleks dibanding speedometer digital yang biasanya pertanda aki harus ganti. Sering terjadi kerusakan karena lemahnya pegas. Jika sudah mengalami kerusakan pada alat speedometernya lebih baik kamu membawanya ke bengkel servis resmi seperti bengkel resmi Yamaha.

Untuk keamanan dan menjamin kepastian, biaya yang akan dikeluarkan tentu sebanding dengan servis yang diberikan. Servis dengan mudah bisa kamu lakukan di https://yamahadeta.co.id/ . Tidak hanya servis speedometer yamaha, bahkan untuk speedometer motor yang lain pula.

Itu adalah penjelasan detail menganai speedometer. Hubungi call-center kami di 0813-2345-4688 (Whatsapp) untuk menayakan lebih lanjut mengenai sepeda motor Yamaha.

Yamaha Deta, Distributor Resmi Motor Yamaha Terbaik di Indonesia




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group