24 June 2022

Mengenal Teknologi VVA pada Motor Yamaha


Seperti slogannya yang selalu di depan, Yamaha berkomitmen untuk menghadirkan teknologi-teknologi baru pada motor produksinya. Salah satu teknologi terbaru yang dikembangkan oleh produsen motor asal Jepang ini adalah VVA, atau Variable Valve Actuation. Teknologi yang diperkenalkan pada tahun 2015 ini menjanjikan performa motor yang lebih baik dari sebelumnya. Lalu, apa itu VVA? Apa fungsi VVA? Mari kita simak penjelasannya.

Apa itu VVA?

VVA adalah inovasi terbaru Yamaha yang menjanjikan performa motor yang lebih baik. Teknologi ini diperkenalkan ke khalayak publik pada tahun 2015 bersamaan dengan rilis-nya Yamaha NMAX di Indonesia. Setelahnya, VVA menjadi teknologi unggulan Yamaha yang telah disematkan ke berbagai model motor yang dirilis setelahnya, diantaranya motor model sport Yamaha R15, MT15, dan XSR.
Selain itu, teknologi Variable Valve Actuation juga telah disematkan ke beberapa motor Yamaha jenis MAXI Yamaha, diantaranya All New Nmax, All New AEROX 155 Connected, dan Yamaha Lexi. Selain menambah performa motor, teknologi VVA juga menjanjikan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Keunggulan mesin VVA

Lalu, apa fungsi VVA pada motor Yamaha? Perlu diketahui bahwa VVA hanya dapat disematkan pada motor Yamaha bermesin 4 tak. Fungsi VVA sendiri yaitu mengubah durasi, timing, dan lift valve terhadap mesin motor Yamaha model tertentu. Hasilnya, grafik peak performance motor menjadi lebih stabil. Hal ini juga dikarenakan fungsi VVA yang memberikan tenaga lebih ketika noken mulai bergerak pelan.
Karena fungsi VVA Yamaha tersebut, motor yang menggunakan teknologi ini juga memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

  • Torsi merata - Walaupun dalam keadaan macet dengan putaran mesin ata ataupun ngebut dengan putaran mesin atas, motor Yamaha dengan teknologi VVA dapat mendistribusikan torsi pada mesin motor secara merata.
  • Kecepatan saat cornering meningkat - Dengan besarnya tenaga yang mampu dihasilkan, kecepatan saat cornering dengan motor VVA juga semakin meningkat, baik pada tikungan datar, menanjak, ataupun menurun.
  • Tenaga maksimal - Berkat torsi yang didistribusikan secara merata, pengendara dapat mencapai tenaga maksimal dengan mudah.
  • Irit bahan bakar - Walaupun menghasilkan tenaga lebih, Variable Valve Actuation juga memastikan konsumsi bahan bakar motor tetap irit.

Cara kerja Variable Valve Actuation

Lalu, bagaimana cara kerja VVA? Pada dasarnya, Variable Valve Actuator adalah komponen berupa solenoid actuator yang berfungsi untuk menjalankan dua profil camshaft secara bersamaan. Hasilnya, tenaga putaran bawah dan atas motor dapat dimaksimalkan. 
Sistem VVA berperan sebagai pengatur klep untuk mengatur bukaan valve. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan suplai bahan bakar ke dalam ruang bakar mesin motor. Sederhananya, VVA memiliki 2 durasi noken as dengan tujuan yang berbeda. Durasi pertama berguna untuk mengatur konsumsi BBM di putaran rendah, sedangkan durasi kedua berguna untuk memaksimalkan tenaga saat putaran mesin tinggi.
Bicara soal putaran mesin, jangkauan RPM di mana VVA diaktifkan berbeda pada setiap jenis motor. Untuk Yamaha sports matic seperti NMAX, VVA akan aktif saat mesin berada di putaran 6.000 RPM. Sedangkan untuk motor sport seperti Yamaha R15, VVA akan aktif di putaran mesin yang lebih tinggi, yaitu 7.400 RPM.

Apakah komponen Yamaha VVA bisa rusak?

Pertanyaan ini banyak dilontarkan oleh pemilik motor Yamaha terbaru dengan teknologi VVA. Meskipun memiliki banyak kelebihan, VVA bisa rusak jika kamu terbiasa berkendara ugal-ugalan. Ugal-ugalan dalam hal ini maksudnya langsung menggeber motor dari keadaan berhenti hingga VVA aktif secara tiba-tiba. Jadi, ada baiknya jika motor di gas secara perlahan agar putaran mesin motor bisa naik secara bertahap.
Selain itu, Yamaha VVA akan lekas rusak jika kamu minim melakukan perawatan motor. Selain minim perawatan, VVA juga bisa cepat rusak jika kamu melakukan modifikasi mesin tanpa perhitungan. Jadi, usahakan untuk rutin mengganti oli kurang lebih setiap 1.500 km. Jika ingin melakukan modifikasi, sebaiknya lakukan dengan penuh perhitungan.
Nah, itulah beberapa informasi yang telah kami rangkum tentang teknologi VVA Yamaha. Teknologi ini memang memiliki keunggulan dalam meningkatkan performa motor dan efisiensi bahan bakar. Akan tetapi, usahakan untuk rutin merawat motor anda agar VVA bisa lebih awet.

Baca juga : Mengenal Traction Control System (TCS) pada Motor Yamaha




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group