26 August 2022

Ini Bahaya Melakukan Potong Rantai Motor


Spesifikasi desain sebuah motor sebagai kendaraan sudah dipertimbangkan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari keamanan, kenyamanan hingga efisiensi. Setiap bagian dari motor sudah didesain untuk menjalankan fungsi tertentu berdasar aspek – aspek tersebut. Mengubah spesifikasi justru bisa berisiko bagi pengguna kendaraan tersebut, termasuk hal yang kadang dianggap sepele seperti potong rantai motor ketika bagian tersebut dirasa terlalu panjang.

Baca juga : Mengenal Forged Piston dari Keunggulan Hingga Proses Pembuatannya, Cek Disini 

Alasan Memotong Rantai Motor

Ada beberapa alasan potong rantai motor yang umum terjadi, salah satunya adalah ukuran rantai yang terlalu panjang bagi spesifikasi kendaraan yang menggunakannya. Kasus ini umum terjadi pada saat membeli rantai baru untuk mengganti rantai lama.
Panjang lengan ayun pada roda belakang dan ukuran gir menjadi alasan mengapa ukuran rantai bisa berbeda antara satu motor dengan motor yang lain. Demi menyesuaikan ukuran yang tepat, maka rantai bisa dipotong atau dikurangi.
Alasan lain memotong rantai motor yang juga sering terjadi adalah rantai yang kendor setelah lama digunakan. Situasi ini umumnya terjadi karena rantai dan gir penggerak yang sudah aus. Solusi terbaik untuk situasi ini adalah dengan mengganti rantai dan gir dalam satu paket. 
Akan tetapi tidak semua pemilik motor siap secara finansial untuk melakukan solusi ideal tersebut, sehingga cara yang paling mudah dilakukan adalah mengurangi panjang rantai dengan cara potong rantai motor. Pilihan solusi ini sering kali justru berisiko karena kondisi rantai yang sudah aus, gir yang sudah tipis dan tajam serta tingkat kekencangan rantai yang tidak lagi ideal setelah dipotong.

Risiko Memotong Rantai Motor

Rantai motor yang dipotong dengan perhitungan yang kurang tepat akan menghasilkan beberapa risiko. Hal yang sama juga terjadi ketika mengencangkan rantai kendor akibat aus dengan cara dipotong, ada risiko lebih besar pada situasi ini.
Salah satu risiko potong rantai motor yang paling mungkin terjadi adalah rantai putus karena setelan rantai yang tidak pas. Ketika dipotong, rantai akan menjadi miring dan membuat keseimbangan pada swing arm atau lengan ayun roda belakang menjadi tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri.
Kondisi tersebut bisa membuat ketegangan rantai menjadi tidak stabil ketika roda berputar dan lengan ayun bergerak karena guncangan di jalan. Ditambah dengan kondisi rantai yang aus dan menipis, maka risiko putus rantai akan semakin besar terjadi.

Cara dan Alat yang Digunakan Potong Rantai

Pada kondisi darurat, maka potong rantai motor masih bisa dilakukan sebagai solusi mengatasi rantai yang kendor. Memotong rantai motor sebaiknya juga dilakukan oleh mekanik yang ahli agar bisa memperkirakan berapa bagian rantai yang bisa dipotong. Selain itu, memotong rantai juga membutuhkan teknik dan alat yang tepat agar tidak merusak rantai.
Hindari memotong rantai dengan cara dipukul menggunakan palu karena justru berisiko merusak rantai sehingga mudah putus ketika digunakan kembali. Cara melepas mata rantai saat memotong rantai dengan menggunakan palu ini terbilang umum dilakukan ketika tidak ada alat untuk membuka sambungan antar mata rantai.
Rantai dapat dipotong dengan menggunakan alat khusus untuk memotong rantai. Alat potong rantai motor ini bekerja melepas bagian yang menghubungkan mata rantai satu sama lain. Alat ini memungkinkan rantai terlepas dengan mudah dan minim menyebabkan kerusakan pada bagian mata dan sambungan rantai.
Pastikan memotong rantai secukupnya agar tidak terlalu pendek, atur kekencangan rantai agar tetap ideal untuk menghindari rantai terlalu kencang dan putus ketika lengan ayun bergerak saat mengalami guncangan. 
Pastikan pula untuk mengaplikasikan pelumas pada rantai setelah dipasang sebelum digunakan kembali. Pelumasan yang baik tidak hanya membuat rantai mudah bergerak dan berputar, akan tetapi juga memperpanjang usia pakai rantai karena meminimalkan gesekan yang terjadi saat digunakan.
Itulah beberapa hal penting yang wajib diperhatikan saat potong rantai motor agar tetap aman dan nyaman ketika motor dikendarai. Rantai yang dipotong ini sebaiknya tidak digunakan selama lebih dari 2 bulan karena risiko putus akan semakin besar. Ganti rantai baru beserta gear set agar putaran yang dihasilkan mesin dapat disalurkan dengan sempurna ke roda penggerak motor. 

Baca juga : Mengenal Forged Piston dari Keunggulan Hingga Proses Pembuatannya, Cek Disini 

Foto : Youtube Burhan Daily




Berita Lainnya


...
25 March 2025
Aldi Satya Mahendra Siap Hadapi Tantangan World Supersport di Sirkuit Portimão

Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra bertekad raih hasil terbaik di ajang bergengsi dunia World Supersport 2025 yang akan digelar di Sirkuit Portimao.

...
25 March 2025
Arai Agaska Siap Berjaya di Debut Internasional R3 BLU CRU World Cup 2025

Pembalap muda Indonesia Arai Agaska bersiap hadapi tantangan global R3 BLU CRU World Cup 2025 di Sirkuit Portimao.

...
22 March 2025
Yamaha Siapkan 128 Layanan Darurat Selama Mudik Lebaran 2025: Bengkel Jaga, Mini Pos, & Promo Spesial

Yamaha hadirkan 121 Bengkel Jaga, 5 Mini Pos, dan 2 Pos Jaga untuk mudik Lebaran 2025. Diskon spare part, fasilitas darurat, dan fitur eksklusif di aplikasi My Yamaha Motor!


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group