11 September 2022

Cara Blokir STNK Online Dan Besaran Biaya


STNK atau Surat TKamu Nomor Kendaraan adalah Surat yang biasanya dimiliki oleh orang yang memiliki sebuah kendaraan. Sebagai penanda bahwa ia merupakan pemilik sah kendaraan tersebut dan biasanya pada STNK juga akan tertera informasi tentang pembayaran pajak dari kendaraan serta masa pajak yang berlaku. Namun ketika Kamu menjual kendaraan Kamu tersebut maka dianjurkan bagi Kamu untuk segera blokir STNK yang Kamu miliki sebelumnya. Mengapa harus demikian? Apa jadinya jika Kamu tidak memblokir STNK yang Kamu miliki dari kendaraan yang sudah Kamu jual sebelumnya? Berikut ini ada beberapa informasi yang harus Kamu ketahui mengenai pemblokiran STNK.

Baca juga : Cara Cek Tilang Elektronik / ETLE Beserta Besaran Dendanya Dengan Mudah Dan Cepat

Mengapa Harus Blokir STNK?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa STNK dipegang oleh pemilik kendaraan yang menggunakan kendaraan tersebut, maka tentunya jika Kamu sudah tidak menggunakan kendaraan itu lagi alias sudah menjual kendaraan tersebut pada orang lain, maka tidak ada untungnya untuk Kamu memegang STNK tersebut bukan? Justru nantinya saat pemilik kendaran yang baru membuat STNK yang baru atas kendaraan tersebut, pada akhirnya kendaraan tersebut memiliki 2 STNK yang terdaftar, hal itu tidak menguntungkan bagi Kamu sama sekali, karena jika STNK yang Kamu pegang masih aktif dan belum diblokir maka Kamu bisa terkena tanggungan pajak progresif. Maka dari itulah kenapa Kamu harus segera melakukan pemblokiran STNK ketika Kamu sudah menjual kendaraan Kamu pada orang lain. Untungnya saat ini blokir STNK sudah bisa dilakukan secara online dan Kamu tidak harus langsung datang ke SAMSAT untuk melakukannya. 

Dengan melakukan pemblokiran STNK secara online maka Kamu tentunya bisa lebih mudah melakukan pengurusannya. Semua orang bisa dengan mudah melakukannya tanpa harus pergi ke SAMSAT. Namun banyak orang yang belum tahu bahwa STNK harus segera diblokir begitu kepemilikan kendaraan beralih, sehingga akhirnya harus menanggung pajak progresif yang terus berlaku karena STNK yang tidak segera diblokir.

Syarat Blokir STNK Secara Online & Caranya

Ketika Kamu hendak memblokir STNK maka ada beberapa hal yang harus Kamu kumpulkan sebagai persyaratannya. Pertama, Kamu harus menyerahkan fotocopy KTP pemilik kendaraan yang tertera namanya pada STNK tersebut, jika Kamu adalah pemilik sahnya maka salinan fotocopy yang dikumpulkan adalah salinan fotocopy milik Kamu. Kemudian Kamu juga harus menyerahkan salinan STNK atau BPKB kendaraan, kemudian juga salinan Kartu Keluarga dan Kamu harus mengisi surat pernyataan yang harus Anda unduh formatnya pada https://bapenda.jakarta.go.id/. Jangan lupa juga sertakan akta penyerahan kendaraan serta bukti pembayaran kendaraan tersebut setelah dijual. Karena nantinya Kamu akan melakukan blokir STNK secara online, maka syarat-syarat yang telah disebutkan sebelumnya harus Kamu upload secara online.

Cara Melakukan Blokir STNK

Setelah mengetahui tentang persyaratan yang diperlukan untuk blokir STNK maka selanjutnya Anda juga perlu mengetahui cara melakukan blokir STNK secara online. Berikut ini langkah-langkahnya :

  • Kunjungi website https://pajakonline. Jakarta.go.id
  • Kemudian pilihlah menu PKB
  • Lalu Kamu harus memilih layanan untuk Blokir STNK dan pilihlah nomor kendaraan Kamu yang akan diblokir nantinya
  • Nanti akan tersedia kolom untuk mengupload persyaratan yang sudah disebutkan sebelumnya, jika sudah terupload maka tekan kirim.

Jika syaratnya sudah sesuai dan langkah-langkah di atas sudah Kamu ikuti dengan benar, maka setelah itu Kamu bisa mendapatkan email berisi pemberitahuan bahwa nomor kendaraan Kamu sudah diblokir, status juga bisa dicek melalui menu PKB pada website yang sebelumnya sudah disebutkan. Atau Kamu juga bisa datang langsung ke Samsat untuk memeriksa apakah STNK kendaran Kamu benar-benar sudah terblokir. Caranya sungguh mudah bukan? 

Besaran Biaya Blokir STNK

Setelah Kamu mengetahui syarat hingga cara blokir STNK maka Kamu juga pasti bertanya-tanya berapakah biaya yang harus Kamu keluarkan untuk bisa melakukan blokir STNK. Namun untuk melakukan blokir STNK ini Kamu sama sekali tidak akan dibebankan biaya sama sekali alias gratis. Kamu bisa datang langsung ke SAMSAT atau praktisnya Kamu bisa melakukan blokir STNK melalui smartphone Kamu sendiri dengan mengikuti cara dan syarat di atas.

Baca juga : Cara Cek Tilang Elektronik / ETLE Beserta Besaran Dendanya Dengan Mudah Dan Cepat




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group