Motor jadi sarana transportasi yang banyak digunakan masyarakat karena bentuknya yang ramping lebih mudah untuk menembus kemacetan. Tak jarang, motor juga dijadikan sebagai sarana mengangkut barang yang bebannya tidak ringan. Meski terlihat umum, tapi beban motor yang berlebihan juga bisa membahayakan kamu dan membuat motor rusak.
Pada dasarnya, motor memiliki beban maksimal untuk diangkut. Jika melewati batas yang telah ditentukan, motor kamu akan lebih cepat rusak akibat kelebihan muatan. Beban maksimal dari tiap jenis motor tidaklah sama, tergantung jenis ban yang kamu gunakan.
Lantas, bagaimana cara menghitung beban angkut motor? Nah, kami akan membahasnya secara rinci lewat artikel kali ini.
Baca juga : Ukuran Tekanan Ban Motor untuk Matic, Bebek dan Sport
Sebelum membahas lebih jauh tentang beban maksimal pada motor, kamu perlu tahu apa yang dimaksud dengan beban maksimal. Jadi, beban maksimal adalah besarnya beban yang dapat ditanggung oleh motor. Meskipun kelihatan kuat, tapi sepeda motor didesain dengan batas maksimal tertentu untuk mengangkut beban yang sudah termasuk dengan pengendara.
Batas maksimal ini seharusnya dipahami oleh para pengendara agar tidak sembarangan dalam mengangkut barang maupun penumpang. Biasanya, informasi mengenai beban maksimal yang dapat dibawa oleh sepeda motor bisa kamu temukan pada buku manual.
Lalu, apa risiko yang ditimbulkan jika membawa beban melebihi batas? Beban motor yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada komponen sepeda motor. Salah satunya adalah di bagian shockbreaker. Shockbreaker yang merupakan komponen peredam kejut ini harus sering diganti kalau kamu kerap mengangkut beban berat. Terlebih lagi, jika kondisi jalanan yang dilalui tidak rata.
Bicara soal shockbreaker, sebenarnya komponen ini cukup awet. Shockbreaker orisinal Yamaha bisa dipakai hingga tiga tahun. Namun, jika sering digunakan untuk mengangkat beban berat, tentu masa pemakaiannya jadi lebih singkat.
Motor yang shockbreaker-nya sudah tidak layak dan harus diganti biasanya menunjukkan tanda-tanda, yakni terasa keras saat digunakan di jalanan yang tidak rata. Selain itu, shockbreaker juga bisa mengalami kebocoran jika kondisinya sudah uzur. Sebenarnya ada cara agar shockbreaker tidak cepat rusak, yakni dengan mengurangi intensitas membawa beban berat. Lantas, bagaimana caranya menghitung beban maksimal motor matic?
Beban angkut motor tentunya tidaklah sama antara motor matic dan bebek. Bahkan, beda merek motor di dealer pun bisa beda juga kapasitas angkutnya. Cara aman untuk mencari tahu beban maksimal pada motor kamu adalah membaca buku manualnya. Selain itu, ada cara lain yang bisa kamu gunakan untuk menghitung beban maksimal motor, yakni dilihat dari kode load index.
Kode load index ini bisa kamu temukan pada bagian dinding ban. Misalnya pada dinding ban tertulis 80/90-14 TL 40S dan 90/90-14TL 46S maka load index ban tersebut ialah 40 dan 46. Artinya, batas maksimum yang dapat diangkut oleh motor adalah 140 kg dan 170 kg atau totalnya 310 kg.
Jika masih bingung, kamu bisa menghitung beban maksimal motor matic menggunakan rumus dari situs FDR berikut ini:
Misalnya beban total motor matic kamu adalah 109 kg serta berat badan pengendara 60 kg dan berat badan penumpang adalah 55 kg, maka totalnya menjadi 224 kg. Bila beban maksimum ban adalah 310 kg, maka beban maksimal yang dapat diangkut oleh motor adalah 310 kg – 224 kg = 86 kg.
Bagaimana jika beban yang dibawa lebih dari 86 kg? Seperti yang sudah disinggung tadi, kalau melebihi muatan, maka shockbreaker rentan mengalami kerusakan. Tak hanya, motor yang digunakan untuk mengangkut muatan berlebih juga mempengaruhi umur ban. Beban motor yang overload juga akan berpengaruh pada pengendalian motor dan membahayakan keselamatan kamu saat berkendara di jalan raya.
Itu tadi penjelasan tentang cara menghitung beban angkut motor yang perlu kamu ketahui. Setelah membaca penjabaran lengkapnya, kamu bisa langsung mengecek index load pada dinding ban motormu untuk mengetahui seberapa besar beban yang bisa diangkut. Pastikan untuk tidak mengangkut beban yang melebihi batas maksimum agar komponen motor lebih awet.
Baca juga : Ukuran Tekanan Ban Motor untuk Matic, Bebek dan Sport
Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688
Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688
Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240