30 September 2024

Musim Hujan Tiba! Cara Memilih Jas Hujan yang Tepat untuk Keselamatan


Yamaha Deta - Ini tips memilih jas hujan agar tidak berkali-kali beli. Memasuki musim hujan, tips memilih jas hujan terbaik yang wajib diketahui mengingat menjadi salah satu barang bawaan yang penting bagi para pengendara motor.

Karena belakangan hujan bisa tiba-tiba turun deras. Tidak ada salahnya untuk menyiapkan jas hujan saat hendak berpergian.

Untuk Anda yang setiap hari wara-wiri naik sepeda motor, wajib banget membawa jas hujan. Harganya pun juga tidak terlalu mahal, namun sangat berguna bagi Anda.

Selain itu pilihannya juga sangat beragam, Anda bisa memilih yang sekedar fungsional atau yang fungsional sekaligus fashionable.

Penggunaan jas hujan untuk meminimalisir masuknya air yang mengenai bagian tubuh dan pakaian ketika berkendara dalam kondisi hujan.

Jas hujan yang beredar di pasaran terdiri dari beberapa jenis yang pastinya memiliki banyak kelebihan dan kekurangan.

Baca juga: 5 Tips Aman Mengendarai Motor saat Hujan, Selamat sampai Tujuan

Tips Memilih Jas Hujan

Intensitas hujan beberapa waktu belakang ini tergolong tinggi. Dengan begitu, Anda yang beraktivitas menggunakan sepeda motor wajib mempersiapkan jas hujan.

Jas hujan adalah salah satu perlengkapan yang wajib dibawa, terlebih buat Anda para pemotor. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. 

Tanpa jas hujan, tentu mobilitas bakal terhambat. Berikut ini merupakan tips memilih jas hujan agar tidak salah ketika membeli.

1. Hindari Membeli Jas Hujan Ponco

Jas hujan tipe ponco memang cukup praktis dipakai namun tidak direkomendasikan. Sebab, saat melaju di jalanan penggunanya sangat riskan mengalami kecelakaan. 

Jika tidak teliti, saat melaju, jas hujan bisa tersangkut di jeruji atau bagian di dekat ban sepeda motor.

Jika itu terjadi, siap-siap anda bisa jadi korban kecelakaan! Bahkan, bentuknya yang mirip jubah kadang bisa ‘berkibar’ ke belakang. Hal itu bisa membuat anda tetap basah terkena cipratan air. 

Jas hujan model ponco juga bisa menghalangi pandangan pengendara lain di belakang anda saat ‘berkibar’.

2. Memilih Jas Hujan Setelan

Secara penggunaan, jas hujan setelah memang lebih ribet. Sebab, ada dua bagian yang harus dipakai, yaitu bagian atasan dan celana.

Tapi, jas hujan model ini sangat direkomendasikan karena lebih nyaman digunakan. Pengendara akan lebih leluasa bergerak.

Agar lebih nyaman, jangan membeli jas hujan sesuai ukuran anda. Misal, jika ukuran baju Anda M, sebaiknya membeli jas hujan berukuran L atau XL.

Dengan begitu, jas hujan akan tetap digunakan sambil anda membawa barang seperti tas ransel.

3. Memilih Bahan Jas Hujan Secara Cermat

Di pasaran, ada berbagai macam bahan yang digunakan untuk jas hujan. Yang paling direkomendasikan adalah jas hujan berbahan PVC alias polvynil chloride. Bahan ini memiliki kerapatan pori-pori terbaik di antara bahan lain yang beredar di pasaran.

Sepintas, bahan PVC terlihat seperti karet. Saat digunakan, memang akan terasa cukup panas. Tapi hal itu jauh lebih aman karena jas hujan dengan bahan ini tidak mudah ditembus air hujan. Bahkan, jas hujan berbahan PVC akan jauh lebih awet dibanding bahan lain karena tidak mudah sobek dan ditembus air.

Selain PVC, jas hujan ada yang berbahan plastik dan semacam parasut. Kedua bahan ini tidak direkomendasikan karena mudah robek dan berujung mudah ditembus air.

Untuk penggunaan jangka pendek, jas hujan berbahan plastik dan parasut sebenarnya bisa digunakan. Tapi, tingkat keawetannya jauh berbeda dibanding bahan PVC.

Baca juga: Jenis-Jenis Jas Hujan Aman untuk Berkendara dan Awet

4. Memperhatikan Sambungan Jas Hujan

Jas hujan yang direkomendasikan adalah yang bagian-bagiannya disambungkan dengan cara dipres, bukan dijahit. Sebab, bahan yang dipres memiliki sedikit celah atau pori-pori.

Sebaliknya, jas hujan yang disambungkan dengan dijahit berpotensi mudah tembus air pada bagian jahitan. Biasanya, jas hujan merk tertentu terdapat semacam plastik atau karet pelindung pada jahitannya. Tujuannya agar air tidak mudah tembus ke dalam jas hujan.

Tapi, lama-kelamaan lapisan pelindung itu bisa rusak atau bahkan terlepas. Alhasil, air bisa menembus bagian jahitan. Bagian paling rawan tembus adalah pada bagian celana.

5. Memperhatikan Kualitas Resleting

Yang paling direkomendasikan adalah jas hujan dengan resleting berbahan kuningan atau tembaga. Bahan ini tidak cepat rusak dan berkarat. Sebaliknya, resleting plastik akan cepat rusak. Sedangkan resleting berbahan besi akan mudah berkarat dan sulit digunakan.

Selain itu, sebaiknya memilih jas hujan yang memiliki bagian penutup di depannya. Sehingga, risiko air tembus melalui sela-sela resleting akan terhindar.




Berita Lainnya


...
25 March 2025
Aldi Satya Mahendra Siap Hadapi Tantangan World Supersport di Sirkuit Portimão

Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra bertekad raih hasil terbaik di ajang bergengsi dunia World Supersport 2025 yang akan digelar di Sirkuit Portimao.

...
25 March 2025
Arai Agaska Siap Berjaya di Debut Internasional R3 BLU CRU World Cup 2025

Pembalap muda Indonesia Arai Agaska bersiap hadapi tantangan global R3 BLU CRU World Cup 2025 di Sirkuit Portimao.

...
22 March 2025
Yamaha Siapkan 128 Layanan Darurat Selama Mudik Lebaran 2025: Bengkel Jaga, Mini Pos, & Promo Spesial

Yamaha hadirkan 121 Bengkel Jaga, 5 Mini Pos, dan 2 Pos Jaga untuk mudik Lebaran 2025. Diskon spare part, fasilitas darurat, dan fitur eksklusif di aplikasi My Yamaha Motor!


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group