25 December 2022

Kapan Harus Ganti Kampas Rem Motor, Kenali Tanda-tandanya!


Rem merupakan salah satu komponen penting pada motor yang berfungsi untuk menghentikan laju kendaraan. Hal yang perlu diketahui adalah rem motor memiliki batas usia pemakaian. Kelalaian mengganti kampas rem dapat memberikan dampak yang buruk karena tidak bisa mengerem secara maksimal dan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Lantas, kapan ganti kanvas rem motor yang ideal?
Jenis Rem Motor

Baca juga : Tren di Tahun 2022, Inilah 12 Jenis Modifikasi Motor

Kampas rem termasuk slow moving part yang tidak terlihat secara langsung. Secara umum, ada 2 jenis rem motor yaitu cakram dan tromol. Keduanya memiliki fungsi yang sama tetapi komponen penyusunnya berbeda

  1. Rem Cakram
    Sesuai dengan namanya jenis rem ini dapat dikenali dengan mudah karena memiliki piringan atau cakram di bagian sumbu pelek. Rem cakram umumnya terbuat dari logam, serat karbon, dan juga keramik. Motor pada umumnya menggunakan cakram logam. Sementara itu cakram dari bahan serat karbon atau keramik digunakan untuk motor berkecepatan tinggi misalnya motor balap. Rem cakram terdiri dari 6 komponen yaitu disc atau piringan, piston, brake clipper, nipple poin, dan kampas rem.
  2. Rem Tromol
    Rem motor sistem tromol memiliki sistem yang lebih rumit dibandingkan rem sistem cakram. Rem ini posisinya ada di tengah dan dibungkus pelek sehingga lebih ringkas. Rem tromol terdiri dari tromol rem, kampas, brake shoe, pivot pin, dan return spring.

Cara Mengecek Kampas Rem yang Perlu Diganti

Kampas rem perlu diganti setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa hal yang dapat menjadi indikator atau acuan untuk mengganti kampas rem.

  • Mencatat Waktu Terakhir Penggantian Kampas Rem
    Penggantian kampas rem motor idealnya adalah 16000 km. Hal ini juga tergantung dari kondisi lalu lintas atau medan yang dilalui. Jika Kamu sehari menempuh jarak 40 km, maka kampas tersebut perlu diganti setelah pemakaian 13 bulan.
  • Kampas Sudah Menipis
    Rem pada motor akan bekerja semakin optimal ketika kampasnya tebal. Jika kampas sudah tipis atau kurang dari 2 mm, maka Kamu perlu segera menggantinya karena kemampuan untuk menekan cakramnya sudah berkurang.

Kampas rem yang sudah tipis biasanya hanya terlihat bagian besi dudukannya saja. Cara lainnya adalah melihat kondisi piston kaliper rem. Jika sudah kelihatan panjang menekan, ini juga termasuk tanda kampas sudah mulai aus. Jika hanyatersisa besi dudukan kampas, lama kelamaan akan memakan piringan dan menyebabkan piringan menjadi tipis.

Ciri-ciri Kampas Rem Perlu Diganti

Selain melakukan pemeriksaan, kampas rem yang sudah waktunya diganti biasanya juga akan menunjukkan indikator ketika Kamu menggunakan motor. Berikut ini adalah ciri ciri ganti kanvas rem motor perlu dilakukan..

  • Muncul Bunyi Aneh atau Berdecit Saat Mengerem
    Ini merupakan salah satu tanda kampas rem motor mulai menipis dan perlu diganti. Suara yang muncul biasanya seperti gesekan logam saat mengerem. Suara ini biasanya muncul ketika rem sudah kotor atau basah. Tetapi dalam kasus tersebut suara tersebut akan hilang jika rem sudah kering atau dibersihkan.
  • Tuas Rem Lebih Dalam
    Ciri kampas rem mulai habis ini biasanya sering dirasakan pada jenis rem tromol. Kondisi kampas yang tipis akan memperbesar jarak dinding cakram dengan dinding muka kampas sehingga menyebabkan jarak tarik tuas rem semakin jauh.
  • Batas Aus
    Kampas rem memiliki indikator keausan yang bisa dilihat dengan mudah. Indikatornya berupa lubang yang membentuk garis di dinding kampas. Jika lubang garis mulai menipis atau sudah tidak terlihat, maka ini tanda kampas perlu diganti.
  • Minyak Rem Berkurang
    Kampas rem yang mulai aus biasanya memerlukan lebih banyak minyak rem. Hal ini akan berujung pada sistem pengereman yang kurang maksimal.

Berapa Ganti Kampas Rem Motor

Biaya untuk ganti kampas rem sangat bervariasi tergantung dari merek dan tipe motor. Untuk motor Yamaha Nmax misalnya harga kampasnya sekitar Rp 75 ribuan ditambah dengan biaya pasang. Namun harga tersebut mungkin akan berbeda di setiap dealer atau daerah.

Demikian sedikit ulasan mengenai cara mengecek kampas rem dan ciri-ciri kampas tersebut perlu diganti. Pastikan Kamu ganti kanvas rem motor tepat waktu dan tidak menunda-nundanya karena dapat beresiko terhadap keselamatan saat berkendara.

Baca juga : Tren di Tahun 2022, Inilah 12 Jenis Modifikasi Motor
 




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group