07 March 2022

Ini Spesifikasi Lengkap YZF-R3, Jadi Tunggangan Pembalap Yamaha Racing Indonesia


Yamaha Deta - Keberadaan Yamaha YZF-R3 tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta motor sport tanah air. Kendati berstatus sebagai varian ekspor yang diproduksi di Indonesia untuk pasar Eropa dan Amerika, namun nyatanya eksistensi YZF-R3 tetap populer berkat partisipasinya di berbagai ajang kejuaraan balap dunia dan eropa.

Bahkan beberapa tahun terakhir ini, para pembalap Yamaha Racing Indonesia yaitu Galang Hendra Pratama dan juga Wahyu Nugroho juga turut menggunakan motor tersebut saat berkompetisi di kejuaraan balap World Super Sport 300 (WSSP 300) dan R3 bLU cRU European Cup.

Spesifikasi lengkap YZF-R3 Yamaha R-series
Yamaha R-series, Spesifikasi lengkap YZF-R3

Lantas seperti apa spesifikasi detail dari motor yang merupakan bagian dari keluarga jajaran Yamaha R-series tersebut? simak ulasannya di bawah ini.

Desain

Yamaha YZF-R3 pertama kali diperkenalkan kepada publik di tahun 2014 silam dalam ajang AIM EXPO yang bertempat di Orlando, Amerika Serikat. Di tahun 2018, Yamaha meluncurkan generasi terbarunya dengan desain yang lebih segar. Tampilannya dibuat menjadi lebih agresif dan kental akan aura DNA R-Series yang merujuk pada YZF-R1.

Hal tersebut setidaknya dapat dilihat melalui beberapa perubahan yang terjadi pada bagian fairing, headlamp dan juga desain saluran udara motor yang menjadi lebih aerodinamis sehingga mempengaruhi kecepatan laju motor.

Suspensi & Kaki-kaki

Motor ini juga dibekali dengan suspensi yang tidak kalah canggihnya, Inverted Telescopic fork Kayaba berdiameter 41 mm dengan travel setinggi 130mm dan bagian belakang menggunakan monoshock Kayaba dengan travel 124mm yang dapat menghasilkan bantingan nyaman namun tetap stabil walaupun dikendarai dalam kecepatan tinggi.

Untuk melengkapi agar mencapai performa yang optimal, Yamaha melengkapi motor ini dengan dua buah roda yang masing-masing memiliki ukuran 110/70-r17 M/C 54H dan bagian belakang berukuran 140/70-r17 M/C 66H.

Pengereman

Yamaha memang sangat mengedepankan masalah keselamatan. Oleh karena itu, sistem pengeraman yang baik sangatlah fundamental bagi kendaraan motor, apalagi dengan kapasitas mesin yang tergolong besar. Sistem pengereman yang disediakan Yamaha kedalam motor ini pun mumpuni dengan adanya perubahan pada model brake pad.

Yamaha YZF-R3 kini mengusung sistem pengereman yang berbasis hydraulic disc brake dengan ukuran sebesar 298mm di bagian depan dan 220mm untuk bagian belakang. Sebagai fitur keselamatan tambahan, Yamaha juga menyediakan varian ABS untuk YZF-R3.

Performa Mesin

Yamaha YZF-R3 disematkan mesin berkapasitas 321cc Intercooler, DOHC 6-Speed dengan inline twin silinder delapan katup serta berteknologi DiASiL Cylinder. Jantung pacu tersebut, dapat meluapkan tenaga sebesar 41,4 hp pada 10,750 rpm dan torsi maksimum 29,6 Nm pada 9,000 rpm dengan kecepatan maksimum 188 km/jam.

Kemiripan yang dimiliki oleh Yamaha YZF-R3 dengan kakak-kakak lainnya, seperti YZF-R1 dan YZF-R6 adalah penggunaan forged alumunium piston yang membuat bobot mesin menjadi lebih ringan dan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap perubahan temperatur.

Sentuhan Teknologi

Yamaha YZF-R3 turut dibekali dengan teknologi yang sama dengan keluarga R-Series lainnya. Mulai dari speedometer digital dengan ukuran LCD yang cukup besar dalam menyediakan berbagai jenis informasi yang diperlukan oleh pengendara, seperti indikator bahan bakar, tachometer, temperatur mesin, indikator lampu dan juga indikator gear position.

Hadirnya headlamp dan rearlamp berjenis LED di Yamaha YZF-R3 terbaru, juga memberikan sistem pencahayaan yang lebih optimal. Posisi berkendara di motor ini pun berubah dari versi sebelumnya, penyematan klem triple top alumunium dan palang clip-on yang berukuran 22mm lebih rendah dari versi Yamaha YZF-R3 sebelumnya, mampu menciptakan gaya berkendara yang lebih sporty tetapi tidak menghilangkan rasa kenyamanannya.

Spesifikasi Yamaha YZF-R3

Engine Type 321cc liquid-cooled, 4-stroke, DOHC inline twin-cylinder; 4-valves per cylinder
Bore x Stroke 68.0mm x 44.1mm
Compression Ratio 11.2:1
Fuel Delivery Fuel injection
Transmission 6-speed; multiplate wet clutch
Final Drive Chain
Suspension / Front Inverted telescopic fork; 5.1-in travel
Suspension / Rear Monocross single shock, adjustable preload; 4.9- in travel
Brakes / Front 298mm hydraulic disc with ABS
Brakes / Rear 220mm hydraulic disc with ABS
Tires / Front 110/70-17 Dunlop® Sportmax GPR-300F
Tires / Rear 140/70-17 Dunlop® Sportmax GPR-300R
L x W x H 82.3 in x 28.7 in x 44.9 in
Seat Height 30.7 in
Wheelbase 54.3 in
Rake (Caster Angle) 25.0°
Trail 3.7 in
Maximum Ground Clearance 6.3 in
Fuel Capacity 3.7 gal
Fuel Economy 56 mpg
Wet Weight 375 lb




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group