28 August 2022

Daftar Motor Yamaha Cocok Pakai Pertalite, Pertamax, dan Turbo


Kesesuaian antara tipe bahan bakar dengan mesin sebuah kendaraan terkadang kurang diperhatikan oleh penggunanya. Padahal kedua hal tersebut sangat penting terkait efisiensi penggunaan bahan bakar hingga dampak pada usia pakai kendaraan yang bersangkutan. Pengetahuan tentang bahan bakar Yamaha menjadi penting bagi pengguna motor dengan merek tersebut.

Baca juga : Cek Spesifikasi Yamaha FZ X Sebelum Masuk Indonesia 

Ada sepeda motor Yamaha yang didesain untuk menggunakan Pertalite, Pertamax ataupun Turbo agar memperoleh performa terbaik sekaligus efisien dalam hal perawatan dan konsumsi bahan bakar. Berikut ini daftar beberapa motor Yamaha dengan jenis bahan bakar yang sesuai untuk spesifikasi mesinnya.

Daftar Motor Yamaha Cocok Pakai Pertalite

Pertalite merupakan kelas bahan bakar untuk motor bensin yang paling rendah. Bahan bakar tipe ini memilik angka oktan hanya 90 saja. Angka oktan yang rendah ini menyebabkan bahan bakar Pertalite terbakar dengan durasi yang lebih singkat jika dibandingkan dengan bahan bakar lain yang memiliki agka oktan lebih tinggi.
Pertalite dengan angka oktan 90 juga lebih cocok untuk mesin kendaraan yang memiliki rasio kompresi 9 : 1 hingga 10 : 1. Pilihan bahan bakar Yamaha berikut lebih cocok menggunakan bahan bakar Pertalite berdasarkan rasio kompresi mesinnya :

  1. Yamaha FreeGo dengan rasio kompresi 9,5 : 1.
  2. Yamaha Mio S  dengan rasio kompresi 9,5 : 1.
  3. Yamaha All New X-Ride 125 dengan rasio kompresi 9,5 : 1. 
  4. Yamaha Mio M3 125 dengan rasio kompresi 9,5 : 1.
  5. Yamaha Mio Fino FI dengan rasio kompresi 9,3 : 1.
  6. Yamaha New Fino Grande 125 dengan rasio kompresi 9,5 : 1.
  7. Yamaha Mio Soul GT 125 dengan rasio kompresi 9,5 : 1.
  8. Yamaha Force dengan kompresi rasio 9,3 : 1.
  9. Yamaha Jupiter Z1 dengan kompresi rasio 9,3 : 1.
  10. Yamaha Byson FI dengan kompresi rasio 9,5 : 1. 

Itulah 10 motor pabrikan Yamaha yang memiliki rentang rasio kompresi mesin 9 : 1 hingga 10 : 1 yang lebih cocok untuk memakai bahan bakar jenis Pertalite.

Daftar Motor Yamaha Cocok Pakai Pertamax

Sementara itu bahan bakar Pertamax memiliki angka oktan 92, sedikit lebih tinggi dari Pertalite. Karena alasan itulah bahan bakar Pertamax lebih cocok digunakan untuk kendaraan bermotor dengan mesin yang memiliki rasio kompresi antara 10,1 : 1 hingga 10,9 : 1. 
Ada beberapa motor Yamaha baru yang lebih cocok menggunakan Pertamax karena alasan rasio kompresi yang berada pada rentang tersebut. Pilihan bensin Yamaha berikut ini sebaiknya menggunakan Pertamax berdasarkan rasio kompresi mesinnya :

  1. Yamaha Aerox 155 VVA dengan rasio kompresi 10,5 : 1.
  2. Yamaha XMAX dengan rasio kompresi 10,5 : 1.
  3. Yamaha TMAX dengan rasio kompresi 10,9 : 1.
  4. Yamaha NMAX dengan rasio kompresi 10,5 : 1.
  5. Yamaha Jupiter MX 150 dengan kompresi rasio 10,4 : 1.
  6. Yamaha New Vixion dengan kompresi rasio 10,4 : 1. 
  7. Yamaha R15 dengan kompresi rasio 10,4 : 1.
  8. Yamaha Xeon RC dan GT dengan rasio kompresi 10,9 : 1 

Itulah daftar 7 motor Yamaha yang membutuhkan bahan bakar Pertamax karena memiliki rasio kompresi mesin antara 10,1 : 1 hingga 10,9 : 1 agar memaksimalkan pembakaran yang terjadi.

Daftar Motor Yamaha Cocok Pakai Pertamax Turbo

Setelah membaca dua daftar di atas, mungkin ada pertanyaan mengenai beberapa Yamaha pake bensin apa karena tidak ada di dalam daftar. Pilihan lain bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi adalah Pertamax Turbo dan Pertamax Plus. Tipe bahan bakar ini memiliki angka oktan 98 dan 95 yang berselisih cukup banyak dari Pertamax biasa yang hanya memiliki angka oktan 92.
Beberapa motor dengan kebutuhan bahan bakar berangka oktan lebih tinggi tersebut adalah : 

  1. Yamaha All New NMAX dengan rasio kompresi 11,6 : 1.
  2. Yamaha Lexi dengan rasio kompresi 11,2 : 1.
  3. Yamaha Grand Filano dengan rasio kompresi 11,1 : 1.
  4. Yamaha R25 dengan rasio kompresi 11,6 : 1. 
  5. Yamaha MT 25 dengan rasio kompresi 11,6 : 1.

Pilihan bahan bakar Yamaha untuk kelima jenis motor tersebut adalah Pertamax Turbo atau Pertamax Plus yang memiliki angka oktan lebih tinggi dari 92. Pilihan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi rasio kompresi mesin akan menghasilkan pembakaran yang efisien dan tenaga yang optimal.

Baca juga : Cek Spesifikasi Yamaha FZ X Sebelum Masuk Indonesia 




Berita Lainnya


...
08 April 2026
Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

Promo Fazzio Series, DP dan Agsuran Ringan

...
08 April 2026
Spesial Promo April MAXI Series

Spesial Promo April MAXI Series, DP Ringan

...
08 April 2026
Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah?

Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman.

Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.

 

Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri

Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.

 

Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari

Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali.

Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia?

Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup.

Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.

 

Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga

Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan.

Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia:

  1. Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi.
  2. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu
  3. Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan.

Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.

 

Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara

Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif.

Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman.

Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.

 

Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan

Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi.

Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak.

Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.

 

 

Yamaha NMAX Turbo tampak samping dengan highlight sistem Dual Channel ABS, TCS, dan Y-Shift sebagai fitur keamanan terintegrasi

 

Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan?

Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang.

Kapan TCS paling terasa manfaatnya?

TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara.

Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa?

Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah.

Apakah TCS bisa dinonaktifkan?

Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar.

Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap?

Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.

 

Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya

Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang.

Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.

 


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Deta Group

Yamaha Deta - Mazda Deta - Wuling Deta

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group