Salah satu kecanggihan sepeda motor Yamaha Aerox adalah bisa muncul kode tanda tertentu jika ada bagian yang rusak. Hal ini akan memudahkan deteksi dan solusi mengatasinya. Kode itu antara lain ada kode 12 dan juga kode 14.
Bagi yang penasaran, kode 12 apa itu? Simak pembahasannya berikut. Error kode 12 pada Yamaha Aerox 155 itu terjadi, akibat ada ketidakseimbangan antara bagian pengisian dan beban listrik pada motor. Pengisiannya cukup besar namun bebannya kecil. Apa itu kode 12 di aerox, diduga hal ini terjadi akibat kebiasaan memasang saklar lampu. Apa yang dimaksud kode 12 aerox, kode error 12 menjadi tanda adanya masalah pada Crank Position Sensor, sehingga motor lalu mati mendadak dan tak bisa di starter. Masalah tersebut akibat soket spul yang gosong karena korsleting. Penyebabnya juga kemungkinan karena motor pernah menerobos banjir atau kemasukan air. Selain itu, maka posisi soket spul bawaan motor yang terletak dekat dengan kolong roda juga bisa memperbesar risiko tersebut. Jika motor sedang kondisi berjalan maka pengisian besar, lalu ketika lampu utama dimatikan maka beban yang dibutuhkan kecil. Pengisian yang harusnya dialirkan ke headlamp, justru akan dibuang ke kabel massa atau ground, sehingga lama kelamaan konektor atau soket pun menjadi panas dan akhirnya akan meleleh. Adanya kerusakan pada soket kabel spull itu, kemudian akan terbaca oleh ECU sebagai malfungsi pada speedometer Yamaha Aerox 155, sehingga lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL) menyala dan muncul kode 12. Perlu kamu ketahui motor-motor yang telah menggunakan starter seamless seperti Smart Motor Generator (SMG) di Yamaha itu memiliki pengisian listrik yang besar. Pada Yamaha Aerox 155, pengisian spulnya adalah 3 Phase. Hal ini beda dengan saudaranya yang menggunakan basis mesinnya sama, yakni Yamaha NMAX, yang pengisian dari spulnya adalah 1 phase. Lalu bentuk Kiprok dan ECU motor dengan SMG itu berbeda dengan motor dengan starter konvensional, Sliding Gear Type. Coba lakukan klaim garansi untuk kasus kode error 12 pada Yamaha Aerox 155. Usahakan rutin melakukan perawatan.
Baca juga : Ini Model Helm yang Cocok Untuk Motor Aerox
Apa arti kode 12 aerox sudah diketahui. Lantas sekarang cara mengatasinya. Apakah Aerox baru ada kode 12? Diklaim sudah tidak lagi. Sebagai solusi guna mengatasi masalah kode error 12 yang muncul di Yamaha Aerox 155 lama dan Lexi maka perlu diganti soket yang gosong dengan soket aftermarket. Komponennya lebih kuat serta masih mengandalkan kabel bawaan. Sehingga hanya perlu memotong daerah soket yang rusak lalu disambung dengan soket yang baru. Biayanya sekitar 150 ribu Rupiah. Bisa juga menggunakan soket bawaan dari All New Aerox 155 keluaran terbaru yang kabelnya lebih panjang. Soket spul dengan kabel yang panjang itu lalu dapat ditempatkan di posisi yang lebih aman, yang jauh dari bagian kolong roda motor. Jangan sampai salah beli karena mirip. Kode part spul assy yang lama ialah B63-H1410-00, kalau yang baru dengan kabel panjang kodenya B6H-H1410-00. Di bengkel resmi harganya adalah 702 ribu Rupiah untuk yang model lama, kalau yang model baru 724 ribu Rupiah.
Ada beberapa kode error aerox. Setelah tahu apa arti kode 12 aerox, maka kini perlu tahu apa arti dari kode 14? Guna mengetahui apa yang dimaksud kode 14 aerox maka bisa cek di buku panduannya. Jika muncul kode 14 aerox maka terdapat kesalahan pada tegangan output di sensor atau malfungsi pada sensor dan adanya kebocoran sensor yang biasanya berada di bagian Throttle Body. Tegangan output sensor, juga malfungsi sistem lubangnya tersumbat atau atau ada yang lepas. Solusinya maka cek bagian Top di Gigi Sentrik, pasti ada yang bergeser dari posisi seharusnya. Top tersebut bergeser akibat gerakan liar dari Rantai keteng sebagai akibat Tensioner yang tidak bisa menekan dengan baik atau terjadinya kerusakan pada bearing noken as.
Dengan cara penanganan yang tepat maka kode error tersebut tidak akan muncul lagi.
Baca juga : Ini Model Helm yang Cocok Untuk Motor Aerox
akarta, 8 Agustus 2026 – Kreativitas anak muda Indonesia memang selalu sukses mencuri perhatian lewat karya-karya indahnya yang memukau, salah satunya adalah dengan ragam modifikasi yang dihadirkan lewat acara Classy Modifest yang resmi berakhir di kota Istimewa, Yogyakarta pada akhir bulan Juni. Dari total ribuan peserta Classy Modifest yang telah diselenggarakan di 5 kota besar Indonesia, terdapat 5 skutik Grand Filano Hybrid juga yang berhasil memikat para juri dan sukses menyabet predikat Best of The Best Modification yang tentu saja merupakan karya-karya terbaik mulai dari segi konsep desain hingga tambahan part modifikasi yang sangat selaras.
Desain dan dimensi Grand Filano Hybrid yang sangat mudah untuk dimodifikasi oleh pengendaranya yang didominasi anak muda ini tentu saja melahirkan beragam tema dan konsep modifikasi yang sukses menyandang gelar tersebut, mulai dari bergaya Urban Rally, Rock and Roll, Racing, Royal Heritage, hingga bertema Kartun Animasi Cilik. Juara Best of The Best ini bukan secara cuma-Cuma atau tanpa alasan diberikan kepada modifikasi tersebut, tetapi modifikasinya dinilai sangat detail, orisinal, dan memiliki eksekusi teknis yang tinggi oleh Juri dan pastinya sebagai bentuk apresiasi Yamaha Indonesia terhadap para pemilik Grand Filano Hybrid modifikasi tersebut.
“Ajang Classy Modifest tahun ini kembali membuktikan bahwa skutik Classy Yamaha selalu dipilih anak muda untuk menjadi sarana berkreasi sesuai dengan gaya dan kesenangannya masing-masing, dan di tahun 2026 aktivitas ini membuktikan bahwa para pengendara Grand Filano Hybrid jupga unya antusiasme sangat tinggi terhadap dunia modifikasi, terlihat lewat ragam modifikasi outstanding dan eye catchy yang dipamerkan di setiap kotanya dan sebagai bentuk apresiasi, Yamaha juga memberikan gelar Best of The Best Modification kepada salah satu Grand Filano Hybrid modifikasi dari masing-masing kota dengan tema modifikasi yang berbeda-beda dan menarik untuk dijadikan inspirasi modifikasi,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)
Karya milik seorang laki-laki asal Makassar bernama Irmansyah Nurdin ini mengemas konsep rally tapi tetap terlihat simpel dan rapih karena terlihat dari kombinasi block warna merah dan putih yang kontras serta dipadu dengan stripping oranye tipis-tipis di bagian body samping dan tampak depan serta penambahan angka “5” dengan font ala balapan mempertegas konsepnya. Karakternya juga diperkuat berkat velg wheeldop dan knalpot custom berbahan stainless yang membuat area belakang tampak lebih proper.
Garapan Christian Bobby Chandra (@tian_b.c) ini mengusung nuansa rock atau bergaya metal yang kental lewat dominasi warna hitam pada bodi dan identitas aliran musik tersebut terlihat lewat grafis white flame atau dekal api putih di area bodi samping bawah. Sedangkan di bagian depan, terpasang cover lampu berdesain checkerboard hitam-putih dan diselaraskan dengan aksen warna chrome pada velg, suspensi depan, hingga knalpot berwarna putih dan metal yang membuat vibes rocknya semakin terasa.
Berbeda dari jawara dari kota-kota lain, kreator muda asal Pulau Dewata bernama I Kadek Gunawa ini berhasil menyulap livery skutik Grand Filano Hybrid menjadi bertema animasi kartun anak kecil yaitu Donald Duck dengan kombinasi warna cerah biru dan kuning. Akan tetapi, uniknya modifikasi motor ini dikombinasikan dengan ala sporty karena terdapat part modifikasi bergaya balap seperti velg palang berwarna emas, knalpot racing, aksen serat karbon pada area dek kaki hingga cover CVT.
Mengikuti tren modifikasi skutik, pria dari Team Blastoise atau modifikator asal Jawa Tengah bernama Enggarino Diambona ini memodifikasi Grand Filano dengan menggabungkan estetika Japanese Art dengan racing look. Bodi dari skutik dengan julukan Filantoise ini tampil memukau lewat balutan grafis bermotif ombak, bunga sakura, hingga ilustrasi Daruma dan kucing keberuntungan, yaitu Maneki-neko. Konsep tersebutkan dipadukan dengan velg multi-spoke berwarna emas, suspensi belakang, serta sistem pengereman yang sudah diupgrade sehingga aura racingnya semakin kuat.
Pemenang gelar dari Kota Kembang ini memancarkan kemewahan ala Royal Emperor lewat kombinasi yang elegan antara bodi hitam glowing dengan aksen kuning keemasan yang kontras dan tampilannya semakin mewah. Dengan sentuhan pinstriping rumit serta pemilihan font tipografi bergaya klasik yang anggun di beberapa titik bodi memberikan kesan megah dan elegan serta identitas modifikasi ala Mooneyes juga terlihat lewat slogan “Go! With Moon!!” di dek kaki.
Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional serta menjadi motor paling irit di kelasnya yaitu mencapai 60,1 km/liter.** Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain klasik yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara. Grand Filano Hybrid tersedia dalam 2 varian, varian Hybrid Neo yang memiliki 4 pilihan warna kalcer yaitu Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White dipasarkan dengan harga Rp 28.665.000* dan varian Hybrid Lux hadir dengan 2 pilihan warna stylish yaitu Royal Iron dan Magma Black yang harganya dibandrol Rp 29.145.000*.
*Harga rekomendasi OTR Jakarta
**Hasil pengujian oleh World Motorcycle Test Cycle (WMTC)
Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688
Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688
Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240